Opini
Home > Sekolah Wijaya Putra beraudensi dengan Ibu Walikota Surabaya
Di lihat dari berbagai aspek tujuan yang ingin dicapai dalam UU No 20 Tahun 2003, tentang Sisdiknas maka dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan tersebut sangat komprehensif. Di satu sisi, pendidikan bertujuan membentuk manusia yang cerdas dan cakap dan di lain sisi pendidikan juga dituntut tidak melepaskan tujuan yang lebih mendasar, yaitu membentuk dan mengembangkan personal perilaku peserta didik.
Upaya untuk mencapai tujuan pendidikan, yang dilakukan sekolah-sekolah selama ini masih banyak terjadi ketimpangan. Masih banyak di antara sekolah dalam pelaksanaan pembelajarannya lebih menekankan atau mengutamakan pengembangan intelektual akademik peserta didik. Sementara porsi waktu maupun pemberian materi untuk pengembangan perilaku atau budi pekerti peserta didik mereka masih terabaikan. Akibatnya, telah banyak ditemukan berbagai perilaku negatif peserta didik, baik pada saat mereka masih berada di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Bahkan, setelah dinyatakan lulus pun atau pada saat menjalani hidup di tengah-tengah masyarakat (termasuk dalam dunia kerja), di antara para lulusan tersebut masih banyak yang berperilaku kurang baik.
Terhadap kondisi sikap dan perilaku demikian, sudah barang tentu sangat memprihatinkan bagi dunia pendidikan, dan kondisi demikian tidak boleh dibiarkan berjalan terus. Sekolah Wijaya putra yang sejak tahun 2005 mencoba melakukan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan UU Sisdiknas bisa tercapai secara maksimal dan seimbang, yakni antara pengembangan intelektual, pemantapan keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, dan pengembangan budi pekerti. Pusat Pendidikan Budi Pekerti sekolah-sekolah Wijaya Putra menyusun pedoman pendidikan budi pekerti ini yang struktur, sistematis, implementatif, serta dimungkinkannya pelaksanaan evaluasi terhadap perilaku peserta didik.
Terhadap apa yang telah dilakukan selama ini sekolah Wijaya Putra mendapat kesempatan berdialog dengan Ibu Wali Kota Surabaya. Ibu Wali Kota Surabaya dengan didampingi PLT Dinas Pendidikan Kota Surabaya di ruang kejanya pada hari Senin 6 Pebruari 2012 menerima rombongan sekolah-sekolah Wijaya Putra yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Insan Indonesia Mandiri Prof. H. Saleh Soegiyanto, Ph.D., Direktur Sekolah Wijaya Putra H. Budi Endarto, SH., M.Hum, serta Kepala SMP, SMA, SMK Wijaya Putra dan Kepala Pusat Pendidikan Budi Pekerti beserta Sekretaris. Prof. H. Saleh dan rombongan memaparkan upaya-upaya yang dilakukan selama ini serta capaian yang diperoleh, hal yang menggembirakan banyak perusahaan yang meminta lulusan Wijaya Putra untuk dapat bekerja di perusahaan tersebut, bukan semata-mata karena ketrampilan yang dimiliki tetapi lebih karena memiliki kejujuran, tanggungjawab serta rasa hormat dan kepedulian yang tinggi. Mendidik perilaku, budi perkerti atau ada istilah pembentukan karakter memerlukan kesungguhan dari pemimpin, diperlukan keteladanan, tanpa itu sulit untuk mewujudkannya. Sekolah Wijaya Putra merasa sangat bersyukur bisa menyampaikan secara langsung kepada Ibu Walikota Surabaya, yang notabenenya seorang pemimpin yang amat peduli dan sangat perhatian terhadap perkembangan pendidikan khususnya di Surabaya dan di Indonesia pada umumnya
| Dari Sekolah Wijaya Putra |
Pada kesempatan dengan suasana penuh keakrapan tersebut Ibu Walikota Surabaya menyampaikan terima kasih atas apa yang telah dilakukan Sekolah Wijaya Putra dan beliau akan mempelajari lebih mendalam lagi bersama dinas pendidikan untuk kemungkinan bisa diterapkan di sekolah-sekolah yang ada di Surabaya. Selain itu beliau juga amat prihatin terhadap kondisi pendidikan yang menurutnya semakin merosot. Lebih prihatin lagi terhadap kondisi pendidik yang cenderung sulit untuk mengikuti perubahan menuju perbaikan mutu pendidikan. Banyak upaya dilakukan terjadi resistensi karena begitu kuatnya group pendidik ini yang kecenderungan tidak mau bersusah-susah.
Pada kesempatan dengan suasana penuh keakrapan tersebut Ibu Walikota Surabaya menyampaikan terima kasih atas apa yang telah dilakukan Sekolah Wijaya Putra dan beliau akan mempelajari lebih mendalam lagi bersama dinas pendidikan untuk kemungkinan bisa diterapkan di sekolah-sekolah yang ada di Surabaya. Selain itu beliau juga amat prihatin terhadap kondisi pendidikan yang menurutnya semakin merosot. Lebih prihatin lagi terhadap kondisi pendidik yang cenderung sulit untuk mengikuti perubahan menuju perbaikan mutu pendidikan. Banyak upaya dilakukan terjadi resistensi karena begitu kuatnya group pendidik ini yang kecenderungan tidak mau bersusah-susah.
| Dari Sekolah Wijaya Putra |
